Diskripsi
pendidikan di era globalisasi
Pandangan
pendidikan di era globalisasi ini sendiri bersifat mendunia artinya sudah modrn
mengikuti perkembangan zaman, banyak perkembangan-perkembangan dari perubahan
yang terjadi pada pendidikan begitu pesat di banding dengan pendidikan dimasa
dahulu.
Pendidikan adalah suatu pembelajaran
yang ditempuh untuk menjadikan seseorang menjadi lebih baik dilihat dari
perubahannya, dari pendidikan itu sendiri mengajarkan bagaimana karakter,
aturan, pada negaranya sehingga akan menghasilkan warga negara yang baik.
Tujuan pendidikan adalah menghasilkan penerus bangsa yang akan membawa
bagaimana bentuk negara selanjutnya dari generasi ke generasi yang akan datang.
Pendidikan ini terdiri dari lembaga sekolah yang didirikan pemerintah untuk
proses pembelajaran, pengajar yang menyalurkan pembelajaran sesuai denga
kurikulum yang ditetapkan pemerintah, staf-staf
yang menunjang terlaksananya suatu lembaga pendidikan (salah satunya
staf tata usaha bagian administrasi sekolah), peserta didik yang diberi
pembelajaran, dan lain sebagainya.
Menurut (UUSPN No.2 tahun 2003)
pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewuudkan suasana belajar dan
proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
dirinya, masyarakat, bangsa dan negara Sagala (2003 : 3).
Menurut John Dewey pendidikan
merupakan proses pembentukan kemampuan dasar yang fundamental, baik menyangkut
daya pikir atau daya intelektual, maupun daya emosional atau perasaan yang
diarahkan kepada tabiat manusia dan kepada sesamanya.
Globalisasi adalah mendunia.
Globalisasi ini menonjolkan suatu perubahan-perubahan yang modern misalnya,
perkembangan teknologi yang dapat mempengaruhi kemajuan suatu bangsa.
Globalisasi itu sendiri adalah perubahan yang terjadi di dunia secara serentak
semuanya akan mengikuti.
Dr. Nayef R.F. Al-Rodhan.
Globalisasi adalah proses yang meliputi penyebab, kasus, dan konsekuensi dari
integrasi transnasional dan transkultural kegiatan manusia dan non-manusia.[1]
Malcom Waters. Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting, yang terjelma didalam kesadaran orang.
Anthony Giddens. globalisasi sebagai ‘intensifikasi hubungan sosial seluruh dunia yang menghubungkan daerah yang jauh dalam sedemikian rupa sehingga kejadian lokal dibentuk oleh peristiwa yang terjadi bermil-mil jauhnya dan sebaliknya’.
Malcom Waters. Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting, yang terjelma didalam kesadaran orang.
Anthony Giddens. globalisasi sebagai ‘intensifikasi hubungan sosial seluruh dunia yang menghubungkan daerah yang jauh dalam sedemikian rupa sehingga kejadian lokal dibentuk oleh peristiwa yang terjadi bermil-mil jauhnya dan sebaliknya’.
Pendidikan globalisasi merupakan
suatu pembelajaran yang dilakukan secara meluas sesuai dengan perkembangan
bersifat mendunia. Hampir semua negara mengikuti perkembangan zaman untuk
menjadikan negaranya lebih maju. Pendidikan globalisasi ini banyak perubahan
yang ditonjolkan, misalnya :
1.
Kurikulum, yang
menyamakan sesuai perkembangan di dunia dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat
di era globalisasi.
2.
Sistem pengajaran,
cara pengajar menyampaikan pembelajaran mengacu pada kurikulum dan perkembangan
di are globalisasi.
3.
Dan sebagainya.
Pengaruh-pengaruh
pendidikan di era globalisasi ada 2 yaitu, menguntungkan dan merugikan :
1.
Pengaruh
yang menguntungkan :
a) Masyarakat
lebih modern, masyarakat juga terus mengikuti perkembangan zaman.
b) Pendidikan
mencetak seorang tenaga yang canggih, dengan adanya tuntutan teknologi yang
terus berkembang pesat jadi pendidikan juga semakin berkembang untuk
menghasilkan seorang tenaga yang canggih.
c)
Informasi tentang pedidikan/materi
pendidikan mudah untuk diakses menggunakan teknologi, sehingga memudahkan
masyarakat dalam mencari tahu persoalan dunia.
d) Negara
jadi lebih maju, apabila masyarakat tidak ketinggalan perkembangan teknologi
menjadikan negara semakin maju dalam memajukan negaranya.
2.
Pengaruh
yang merugikan :
a) Masyarakat
sangat terpengaruh dengan perkembangan sehingga menciptakan masyarakat yang
malas, karena mudah untuk menjangkau suatu hal sehingga membuat masyarakat yang
malas.
b) Masyarakat
menjadi lebih tidak memiliki karakter, akibat mudahnya memasang informasi baik
informasi negatif maupun positif yang sangat berpengaruh terhadap karakter.
Namun itu tergantung pada pemanfaatan teknologi itu sendiri dari masing-masing
individu.
c)
Lemahnya penanaman
nilai-nilai pada suatu bangsa, dengan adanya perkembangan zaman mempengaruhi
kelunturan nilai-nila pada suatu bangsa sehingga penanaman nilai-nilai melemah
pada suatu bangsa.
d) Banyak
penyalagunaan terhadap teknologi, adanya teknologi masyarakat terkadang salah
dalam menggunakan teknologi. Seharusnya teknologi itu digunakan dengan
baik/hal-hal yang baik, tetapi pada kenyataannya masyarakat menggunakan
teknologi pada hal-hal yang jelek.
Pandangan
pendidikan yang ada di Indonesia terhadap teknologi
Masyarakat
Indonesia berlombah-lombah untuk terus mengikuti perkembangan teknologi di
Indonesia agar tidak menjadi masyarakat yang gaptek terhadap perkembangan
zaman.
Perkembangan
teknologi ini juga mempengaruhi perubahan kurikulum pendidikan di Indonesia.
Tidak hanya perubahan kurikulum, cara penyampaian materi pun juga di sesuaikan
dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat akan perkembangan zaman.
Tuntutan tersebut memcu semua masyarakat untuk lebih mengenal dan belajar
secara mendalam terhadap teknologi serta penyesuaian terhadap perkembangan
zaman.
Pada
kenyataannya adanya teknologi membuat kelunturan karakter bangsa, misalnya
peristiwa yang terjadi :
a) Banyaknya
penipuan lewat jejaring internet, seperti jual-beli, penculikan, pencurian, dan
sebagainya.
b) Anak
di bawah umur melakukan sex diluar nikah akibat mudahnya mengakses film purno diinternet,
penyalagunaan anak pada hal yang negatif.
c)
Kurangnya minat
terhadap budaya yang ada di Indonesia, sehingga budaya-budaya di Indonesia
mulai luntur.
d) Pengaruh-pengaruh
pada tayangan di televisi negatif, sehingga mengakibatkan anak meniru hal-hal yang
negatif.
e)
Banyaknya tawuran
pelajar
f)
Adanya game online yang tidak mendidik, yang
berpengaruh pada karakter anak.
Pendidikan
yang diharapkan
Pendidikan diharapkan mengembangkan
kogninif maupun sosial anak dengan didasari moral anak, agar anak tidak hanya
mampu mengembangkan perkembngan kognitif maupun sosialnya juga mempunyai
moralitas yang baik sebagai penunjang perkembangan kognitif maupun soaialnya.
Setiono (2009 : 71), menurut Kohlberg (1976) terdapat perbedaan dari
asumsi-asumsinya pada perkembangan kognitif maupun sosial.
|
|
Asumsi
|
Teori
Perkembangan Kognitif
|
Teori
Perkembangan Sosialisasi
|
|
1
|
Perkembangan moral
|
Perubahan struktur kognisi
|
Pertumbuhan kesesuaian terhadap norma-norma
soaial
|
|
2
|
Motivasi dasar untuk moralitas
|
Lebih merupakan upaya untuk penerimaan,
kemampuan, harga diri, realisasi diri, dari pada pemenuhan kebutuhan biologis
atau pengurangan ketakutan/ “anxiety”
|
Berakar pada kebutuhan biologis atau untuk
mendapatkan hadiah dan menghindari hukuman dari lingkungan sosial
|
|
3
|
Dasar norma moral
|
Lebih merupakan penstukturan (dalam diri
seseorang) dan interaksi antara diri dan orang lain, dari pada internalisasi
aturan-aturan kultural (dari luar)
|
Internalisasi dari aturan-aturan kultural dari
luar
|
|
4
|
Aspek utama dari perkembangan moral
|
Universal, sebab semua kultur mempunyai sumber
yang umum dari interaksi sosial. “role
taking” dan konflik sosial yang memerlukan integrasi moral
|
Tergantung kultur
|
|
5
|
Pengaruh lingkungan terhadap perkembangan
moral
|
Seberapa jauh stimulus kignitif dan sosial sesuai
dengan tahap perkembangan seseorang
|
Kekuatan dan variasi hadiah, hukuman dan “modelling” mengenai tingkah laku yang
sesuai, dari orang tua dan orang dewasa lain
|
Untuk lebih menunjang
adanya perkembangan kognitif maupun sosialnya perlu adanya penanaman kedisipinan. Menurut
PoerwadaDisiplin diri merupakan latihan batin dan watak dengan maksud supaya
segala perhatiannya selalu menaati tata tertib di sekolah atau militer atau
dalam suatu kepartaian (Pedagogia Jurnal Pendidikan, UMSIDA 2013 : 37)
Tujuan penanaman
disiplin diterapakan sejak lahir karena sangat berpengaruh dalam pembentukan
perilaku sedemikian rupa shingga ia akan sesuai dengan peraperan yang
diterapkan kelompok budaya, tempat individu itu diidentifikasikan(Pedagogia
Jurnal Pendidikan, UMSIDA 2013 : 38).
Dengan penanaman nilai
disiplin tersebut sejak lahir seorang anak akan terbiasa, sehinga leih mudah
dalam mendidik anak tersebut. Anak juga akan dapat menerapkan dalam
kehidupannya sehari-hari apa yang sudah diterima dari pendidikan yang diberikan
orang lai termasuk orang tua, guru an lingkungan.
Soemanto (1983 : 3)
berdasarkan studi psikologi belajar yang baru serta sosiologi pendidikan, maka
masyarakat pendidikan mengkehendaki agar pengajaran memperhatiakn minat,
kebutuhan dan kesiapan anak didik untuk belajar. Serta dimaksudkan untuk
mencapai tujuan-tujuan sosial sekolah. Dalam hubu8ngan ini ada baiknya bila
dikemukakan gagasan John Dewey mengenai “pendidikan progresif”. Ini tidak
bermaksud agar sekolah-sekolah kita dirubah total untuk menjadi sekolah
progresif ala John Dewey, tetapi sebagian besar konsepsi pendidikan semacam itu
adalah bertentangan dengan pendidikan yang berasaskan demokrasi Pancasila.
DAFTAR PUSTAKA
Jurnal
Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. 2013. ”Pedagogia”. Pusat
Pengembangan Ilmu Pendidikan FKIP UMSIDA: Sidoarjo
Segala Syaiful. 2003. “Konsep dan
Makna Pembelajaran”. Alfabeta: Bandung
Setiono
Kusdwiratri. 2009. ”Psikologi Perkembangan”. Widya Padjadjaran: Bandung
Soemanto Wasty. 1983. “Psikologi
Pendidikan”. Rineka: Malang