Minggu, 10 November 2013

PENDIDIKAN YANG DIPEROLEH SEORANG ANAK




Pendidikan adalah cara pengajaran dalam penyampaian sebuah materi ajar kepada seseorang yang semula tidak mengetahui suatu hal menjadi tahu dan mengajarkan seseorang agar menjadi lebih baik lagi. Pendidikan ini sangat dibutuhkan oleh semua orang dan semua kalangan, hampir tak ada waktu sedikitpun tanpa pendidikan. pendidikan sendiri dimulai dari dalam bayi kandungan hingga lanjut usia bahkan sampai meninggal. Tujuan pendidikan itu sendidri untuk mengembangkan fungsi otak, kognitif, afektif dan psikomotor dalam merespon terhadap stimulus dan mengembangkan pengetahuan terhadap apa yang belum diketahui dan lain-lain.

Menurut Jean Piaget (1896) pendidikan berarti menghasilkan, menciptakan, sekalipun tidak banyak, seklipun suatu penciptaan dibatasi oleh pembandingan dengan penciptaan yang lain. Piaget juga berpendapat, bahwa pendidikan sebagai penghubung dua sisi, disatu sisi individu yang sedang tumbuh dan disatu sisi lain nilai sosial, intilektual, dan moral yang menjadi tanggung jawab pendidik untuk mendorong individu tersebut. Individu berkembang sejak lahir dan terus berkembang, perkembangan ini bersifat kausal. Namun terdapat komponen normatif, juga karana pendidik menuntut nilai. Nilai ini adalah norma yang berfungsi sebagai penunjuk dalam mengidentifikasi apa yang diwajibkan,diperbolehkan, dan dilarang. Jadi, pendidikan adalah hubungan normatif antara individu dan nilai Sagala (2003 : 1).

Anak memerlukan bimbangan cara berpikir agar pikiran seoarang anak dapat berkembang dengan baik. Pengembangan berpikir ini penting karena agar anak mampu terarah dalam mengembangkan pola pikirnya menjadi lebih baik. Soemanto (1983 : 31) Beberapa cara membimbing pikiran akan agar pikiran itu berkembang dengan baik antara lain dengan jalan :
1.        Mengembangkan kemampuan  dan keterampilan berbahasa pada anak didik.
2.        Pendidikan bukannya memberikan pengetahuan sebanyak-banyaknya, melainkan yang terpenting yaitu membimbing pikiran anak didik denga memberikan sejumlah pengertian kunci yang fungsional bagi keterampilan berpikir anak.
3.        Di samping memberikan pengertian-pengertian kunci agar anak didik dapat berpikir cepat dan tepat perlu diberikan kepada anak itu bekal pengetahuan siap.
4.        Menggunakan alat-alat peraga dalam pengajaran.

Pendidikan yang paling mendasar dan dikenal pertama kali adalah pendidikan dari orang tua. Dimana ketika bayi dalam kandungan sudah bisa mengenal oranng tuanya. Ketika masih bayi pendidikan dimulai dari mengenal hal-hal yang sederhana menuju hal-hal yang komplek. Hal yang komplek ini biasanya didapat ketika sudah bisa menerima pendidikan yang bersifat abstrak. Pengembangan anak dapat dilihat dari perubahan yang ditonjolkan terhadap pengtahuan baru, seperti perubahan sikap, pola berfikir dan lain-lain. Bagaimana seorang anak tersebut menjadi lebih baik itu tergantung pada cara mendidik orang tua terhadap anak. Apabila seorang anak tiba-tiba menjadi liar maka yang perlu diketahui adalah cara mendidik orang tua. Orang tua sangat berperan penting dalam pendidikan, pengawasan, penjagaan dan sebagainya yang mempengaruhi terhadap karakteritik anak. Pendidikan ini dapat didapat dimana saja, meliputi :
1.        Orang tua
Orang tua merupakan orang yang pertama mengenalkan pendidikan kepada anaknya dan memberi pendidikan. pendidikan yang di ajarkan, meliputi :
a)    Nilai-nilai, ini ditanaman sejak dini agar anak mampu mengetahui bagaimana nilai-nilai dalam kehidupan.
b)   Moralitas, ditanamkan sejak dini agar anak dapat mengetahui serta mengaplikasikan  moral dalam kehidupannya si anak sehingga anak memiliki moral yang baik.
c)    Spiritual, orang tua mengenalkan agama terhadap anak tersebut. Anak diajarkan bertanggung jawab atas pilihan agama untuk melaksanakan dan mengamalkan nilai-nilai yang ada pada agama tersebut.
d)   Karakter, orang tua wajib mengarahkan anak kedapa hal-hal yang baik agar karakter anak bisa terbentuk. Karena ketika anak sering melihat hal-hal yang jelek, sebuah pertengkaran orang tua maka tidak menutup kemungkinan anak tidak memilki karakter yang baik.
2.        Lingkungan keluarga
Semua anggota keluarga ikut berperan dalam mendidik anak. Lingkungan keluarga ini meliputi anggota keluarga, contohnya :
a)    nenek kakek
b)   kakak dari anak tersebut jika ada
c)    paman dan bibi
d)   keponakan, dan sebagainya lingkup keluarga yang berhubungan dekat dengan anak tersebut
Anggota tersebut berkaitan penting dalam perkembangan anak ketika anak belum mengenyam pendidikan di sekolah. Anak akan sering melihat dan mengamati keluarganya yang berada disekitar. Dari proses pengamatan (afektif) lalu dilakukan (psikomotor). Sehingga pada tahap anak meniru atau mengembangkan kemampuannya anggota keluaga ini harus mengajarkan dan memberi contoh yang baik kepada anak.
3.    Sekolah
Kewajiban lembaga sekolah adalah mengembangkan anak melalui peran  seorang guru. Guru yang mengarahkan bagaimana masa depan anak tersebut. Guru hanya menyampaikan materi yang sudah distandarkan pemerintah dalam kurikulum, namun meskipun hanya menyampaikan materi tanggung jawab guru sangatlah besar, karena paham tidaknya semua murid tergangung dengan cara guru menyampaikan materi tersebut. Guru harus bisa jadi contoh bagi murid-muridnya. Dari sekolah anak akan mendapatkan pengetahuan yang luas.
Pada realita masih banyak anak yang mengalami kesulitan belajar. Untuk itu dibutuhkanperhatian khusus sebagi penunjang keberhasilan anak dalam belajar. Menurut Rusyan (1993) menawarkan petunjuk umum cara dan teknik mengatasi kesulitan belajar yakni :
a)        Menetapkan target dan tujuan belajar yang jelas
b)        Menghindari saran dan kritik yang negatif
c)        Menciptakan situasi belajar yang sehat dan kompetitif
d)       Menyelenggarakan remidial program
e)        Memberi kesempatan agar peserta didik memperoleh pengalaman yang sukses Sagala (2003 : 58)
4.    Lingkungan Sekolah
Lingkungan sekolah dapat mendidik anak untuk berinteraksi dengan teman sebayanya, kakak kelas, guru, penjaga kantin dan sebagainya. Sehingga anak akan cenderung dapat menempatkan dirinya terhadap lingkungannya.
5.    Masyarakat
Memberikan pendidikan tentang bagaimana beriteraksi dalam lingkungan, nilai-nilai, norma yang berlaku di masyarakat.
6.    Lingkungan masyarakat
Anak berkembang biasanya dapat dipengaruhi juga dengan lingkungan. Apabila lingkungan masayarakatnya baik maka anak tersebut akan mendapatkan pendidikan yang baik juga, sedangkan jika lingkungan masyarakatnya jelek maka anak juga terbawa dengan pendidikan yang jelek juga. Dari lingkungan masyarakat seorang anak akan dapat dipengaruhi proses pembentukan karakternya.

Dari pendidikan yang didapat seorang anak tersebut, juga tak menutup kemungkinan terjadi hambatan yang menghambat anak untuk mendapat pendidikan yang lebih baik. Hambatan ini bisa berupa :
1.        Hambatan Internal
Hamabatan ini berasal dari diri sendiri. Semangat akan perubahan dalam mengembangkan pengetahuannya. Apabila seorang anak tidak mau merubahnya lebih baik lagi maka tidak ada keinginan untuk mendapatkan pendidikan. sehingga anak akan tidak dapat berkembang secara kognitif, afektif, dan psikomotor.
2.        Hambatan Eksternal
Hambatan ini terjadi diluar kendali anak, meliputi :
a)    Orang tua, kurang memotivasi anak untuk mendapatkan pendidikan.
b)   Lingkungan keluarga, adanya konflik keluarga yang menimbulkan anak mendapatkan pendidikan yang kurang baik.
c)    Sekolah, fasilitas sekolah yang diberikan kurang memadai sehingga tidak menunjang pendidikan yang baik. Fasilitas ini berupa kualitas guru, sarana dan prasarana, dan sebagainya.
d)   Lingkungan sekolah, kurang terjalinnya hubungan yang baik sehingga memicu anak cenderung pendiam, penakut dan dan kurang bersikap sosial.
e)    Masyarakat, tidak adanya penerapan nilai dan norma yang berlaku untuk menjadi masyarakat yang baik.
f)    Lingkungan masyarakat, adanya masyarakat yang buruk sehingga mempengaruhi pembentukan karakternya.

DAFTAR PUSTAKA
Segala Syaiful. 2003. “Konsep dan Makna Pembelajaran”. Alfabeta: Bandung
Soemanto Wasty. 1983. “Psikologi Pendidikan”. Rineka: Malang

9 komentar:

  1. pendidikan yg anda sebut memang sudah benar pengaruhnya,apalagi untuk masyarakat sangatlah besar pengaruhnya

    BalasHapus
  2. Pendidikan memang sangat penting . . .

    BalasHapus
  3. sip betul perlu sekali seorang anak yang memperoleh pendidikn.
    bagus artikelnya ditunggu selanjutnya

    BalasHapus
  4. isinya sangat menarik..ditunggu tulisanya selanjutnya

    BalasHapus
  5. pendidikan juga diperoleh dari media massa baik itu media elektronik jg media cetak,, :)

    bagus artikelnya,, :D

    BalasHapus
  6. terus cara mengatasi hambatan-hambatan itu gimana mbk?

    BalasHapus
  7. kurangnya pendidikan dari orang tua, anak akan menjadi semaunya sendbagus artikelnya mbk, .

    BalasHapus